Kamis, 03 Januari 2013

Manajemen Produksi


Nama : Helena Christy
Kelas : 1EB09
NPM : 23212372

*Tugas 7

1.     Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen produksi berkembang setelah manusia menghasilkan barang dan jasa. Pesatnya perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan dari beberapa faktor :
·        Adanya pembagian kerja dan spesialis.
·        Revolusi industry.
·        Perkembangan alat dan teknologi yang mencakup penggunaan komputer.
·         Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antarmanusia, dan model keputusan.
2.     Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
Ø pengertian manajemen produksi dan operasi menurut Reksohadiprodjo, dan Soedarmo (1999 : 2), manajemen produksi adalah usaha pengelolaan secara optimal terhadap faktor-faktor produksi (resources) yang terbatas adanya untuk mendapatkan hasil tertentu dengan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi yaitu dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya atau dengan tingkat hasil tertentu diusahakan dengan pengorbanan yang sekccil-kccilnya.
Ø pengertian manajemen produksi dan operasi menurut Jay Heizer dan Barry Render : mendefinisikan Manajemen Operasi sebagai proses menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa, artinya kegiatan Operasi merupakan kegiatan menciptakan produk baru yang tidak ada sebelumnya tetapi didasarkan pada kebutuhan pasar yang telah ada.
Ø pengertian manajemen produksi dan operasi menurut Eddy Herjanto, manajemen operasi dan produksi dapat diartikan sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi – fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.
Ø pengertian manajemen produksi dan operasi menurut Fogarty (1989) : mendefinisikan Manajemen Operasi sebagai proses yang secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisiendalam rangka mencapai tujuan.
Ø pengertian manajemen produksi dan operasi menurut Handoko (2000 : 3) : manajemen produksi dan operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya-sumber daya (atau sering disebut faktor-faktor produksi) tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya, dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk dan jasa.
Ø pengertian manajemen produksi dan operasi menurut Richard L. Daft (2006 : 216) : Manajemen Operasi sebagai bidang manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang. Artinya kegiatan operasi hanya berfokus pada kegiatanmemproduksi barang dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan sektor produksi.
Ø pengertian manajemen produksi dan operasi menurut Assauri (1999 : 17) : manajemen produksi dan operasi merupakan proses pencapaian dan pengutilisasian sumber daya-sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
Ø Manajemen produksi dan operasi merupakan seluruh aktifitas untuk mengatur dan mengkoordinasikan faktor-faktor produksi secara efisien untuk menciptakan dan menambah nilai dan benefit dari produk (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh perusahaan (Anoraga. 2004. Pengantar Bisnis Modern. Jakarta: P.T. Dunia Pustaka Jaya).
3.     Pengertian Produksi
Produksi adalah kegiatan perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa dari bahan-bahan atau sumber-sumber faktor produksi dengan tujuan untuk dijual lagi.
4.     Proses Produksi
ü Proses Produksi ditinjau dari arus bahan mentah sampai menjadi bahan jadi dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
·        Proses Produksi Terus-menerus (Continuous Process)
Proses produksi terus-menerus akan terjadi jika perusahaan yang berproduksi membutuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkan peralatan atau mesin dan jenis mesin tersebut hanya bervariasi sedikit saja karena biasanya sudah ditentukan pola dan jenisnya yang khusus untuk menghasilkan produksi secara besar-besaran dari bahan mentah sampai dengan barang jadi dengan pola urutan yang pasti juga dan kegiatan tersebut akan berjalan terus dalam jangka waktu yang lama. Contoh: Perusahaan semen, tekstil, mobil dan sebagainya.
·        Proses Produksi Terputus-putus (Intermitent)
Proses produksi terputus-putus terjadi karena sering berhentinya mesin atau alat produksi untuk menyesuaikan dengan keinginan produk akhir yang akan diciptakan dan digunakan pada perusahaan-perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan dari konsumen (pembeli yang akan membeli). Contoh: Meubel, pengecoran logam, pakaian dan sebagainya.
ü Proses Produksi ditinjau dari teknik atau sifat proses produksi akan menentukan jenis atau bentuk pokok yang dipakai dalam proses produksi dapat dibagi menjadi 5 yaitu:
·        Proses Ekstraktif
Proses produksi yang dijalankan dengan mengambil langsung dari sumber alam yang telah tersedia. Misalnya: proses penambangan, perusahaan perikanan, perkebunan dan sebagainya.
·        Proses Analitis
Proses Analitis adalah proses untuk menguraikan atau memisahkan dari suatu bahan mentah tertentu menjadi beberapa macam bentuk yang menyerupai jenis aslinya. Contoh: pertamina.
·        Proses Fabrikasi
Seperti proses analitis tetapi dalam menggunakan alat seperti mesin, gergajinya menjadikan bentuk baru beberapa macam tanpa harus sejenis aslinya. Contoh: pakaian, proses pembuatan sepatu dan sebagainya.
·        Proses Sintesis
Proses mengkombinasikan beberapa bahan (persenyawaan zat) dalam suatu bentuk produk. Contoh: perusahaan kimia, obat-obatan, gelas, kaca dan sebagainya.
·        Proses Assembling
Proses assembling berarti merangkaikan beberapa produk jadi atau setengah jadi menjadi produk baru (barang baru) tanpa mengubah bentuk fisik susunan kimiawinya. Contoh: perusahaan karoseri mobil, IPTN, perusahaan alat listrik dan sebagainya.
5.     Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi
Empat macam pengambilan keputusan :
§  Pengambilan keputusan atas peristiwa pasti.
§  Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung risiko.
§   Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti.
§   Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.
Bidang produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama yaitu ;
§  Proses, Keputusan dalam kategori ini menentukan proses fisik atau yang digunakan barang atau jasa.
§  Kapasitas, Untuk menentukan besarnya kapasitas yang tepat dan penyedian pada waktu yang tepat.
§   Persediaan, Manajer persediaan membuat keputusan dalam bidang produksi yang menyakut apa yang dipesan dan jumlah yang dipesan.
§  Tenaga kerja, Proses produksi tidak bakal terjadi jika tenaga kerja tidak ada karena mereka yang bekerja menghasilkan produk.
§   Mutu/kualitas, Fungsi produksi sangat bertanggung jawab terhadap mutu/kualitas.
6.     Ruang Lingkup Manajemen Produksi
ü Perencanaan sistem produksi.
ü Perencanaan operasi dan sistem pengendalian produksi.
7.     Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi
ü Proses pengolahan merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan.
ü Jasa-jasa penunjang merupakan sarana berupa pengorganisasian yang perlu untuk menetapkan teknik dan metode yang dijalankan.
ü  Perencanaan merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi.
ü Pengendalian atau pengawasan merupakan fungsi untuk menjamin terlaksanannya kegiatan yang sesuai rencana, sehingga maksud dan tujuan pengguna dan pengelola masukan dapat dilaksanakan.
System produksi dan operasi
System produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.
8.     Lokasi dan Lay Out Pabrik. Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan. Untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai keperluannya, yaitu antara lain :
·        Lokasi kantor, yaitu diperuntukan sebagai tempat pengendalian kegiatan operasional unit dibawahnya.
·        Lokasi pabrik, yaitu lokasi yang digunakan untuk memalakukan proses produksi barang atau jasa.
·        Lokasi gudang, yaitu tempat penyimpanan barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang keluar.
·         Lokasi cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha perusahaan dalam melayani konsumennya langsung pada wilayah-wilayah tertentu.
Layout atau tata letak merupakan satu keputusan yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Banyak dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan tentanglayout, diantaranya kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak konsumen dan citra perusahaan. Layout yang efektif membantu perusahaan mencapai sebuah strategi yang menunjang strategi bisnis yang telah ditetapkan diantara diferensiasi, biaya rendah maupun respon cepat.

Layout pabrik disebut juga tata letak atau tata ruang didalam pabrik. Layout pabrik adalah cara penempatan fasilitas-fasilitas produksi guna memperlancar proses produksi yang efektif dan efisien. Fasilitas pabrik dapat berupa mesin-mesin, alat-alat produksi, alat pengangkutan bahan, dan peralatan pengawasan. Perencanaan layout menurut James A Moore adalah rencana dari keseluruhan tata letak fasilitas industri yang didalamnya, termasuk bagaimana personelnya ditempatkan, alat-alat operasi gudang, pemindahan material, dan alat pendukung lain sehingga akan tercipta suatu tujuan yang optimum dengan kegiatan yang ada dengan menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada dalam perusahaan.
Dalam semua kasus yang terjadi, layout seharusnya mempertimbangkan bagaimana cara mencapai:
·        Pemanfaatan lebih tinggi atas ruang, fasilitas dan tenaga kerja.
·        Perbaikan aliran informasi, barang atau tenaga kerja.
·        Meningkatkan moral kerja dan kondisi keamanan yang lebih baik
·         Meningkatkan interaksi perusahaan dengan konsumen.
·        Peningkatan fleksibilitas.
Dari waktu ke waktu, desain layout perlu dipertimbangkan sebagi sesuatu yang dinamis dan punya fleksibilitas.
B. TIPE LAYOUT
Ada enam pendekatan layout yang akan dibahas dalam topic ini yaitu:
·        Layout dengan posisi tetap, biasanya untuk proyek besar yang memerlukan tempat luas seperti pembuatan jalan layang maupun gedung.
·         Layout berorientasi pada proses, untuk produksi dengan volume rendah dan variasi tinggi disebut juga “job shop”
·         Layout perkantoran, bagaiman menempatkan tenaga kerja, peralatan kantor, dan ruangan kantor yang melancarkan aliran informasi.
·        Ritel layout, penempatan rak dan pemberian tanggapan atas perilaku konsumen.
·        Layout gudang, mengefisienkan ruang penyimpanan dan system penanganan bahan dengan memperhatrikan kelebihan dan kekurangannya.
·         Layout berorientasi produk, Pemanfaatan tenaga kerja, mesin yang terbaik dalam produksi yang kontinyu atau berulang. Agar dapat menetapkan layout yang efektif maka perlu menetapkan beberapa hal diantaranya adalah:
§  Peralatan penanganan bahan
§  Kapasitas dan persyaratan luas ruangan
§   Lingkungan hidup dan estetika
§  Aliran informasi
§  Biaya perpindahan antar wilayah kerja yang berbeda

Referensi

1 komentar:

  1. maaf mbak saya mau nanya, apa perbedaan pendekatan manajemen lama dan operasi masa kini ?

    BalasHapus